Archive for the ‘Dari Ruang Redaksi’ Category
Perjalanan itu pun kembali dimulai….
Semangat sih 10, tapi skill masih 5. mungkin itu yang terpikirkan di kepala para ‘petinggi’ di kantor. Layaknya bayi mahal, gak semua berita bisa ditelan. hanya yang benar-benar qualified, selangkah lebih maju, berbeda, dan lebih SNOP !, itulah yang layak ditampilkan.
Akhir-akhir ini anak-anak di kantor sedang disibukkan dengan isu seputar kontrak kerja. hingga berita ini diturunkan, isu nilai gaji baru masih jadi perdebatan.
Masalahnya bukan pada berapa besar nilai gaji baru it, tapi kenapa nilai gaji baru itu tidak dicantumkan di draft kontrak? bahkan, tidak ada angka apapun di draft kontrak itu, yang ada hanyalah durasi berlaku kontrak yang panjangnya mencapai 18 bulan.
Ada juga soal pasal penalti, yaitu denda yang harus dibayarkan oleh anak-anak kalau mundur sebelum kontrak berakhir. nilainya juga tidak ada.
ini aneh….
seharusnya di perjanjian kontrak kerja, wajib dicantumkan hak dan kewajiban kedua belah pihak, termasuk nilai gaji.
Khusus disini, anak-anak disuruh tanda tangan tanpa ada nilai gaji….Lha kalau gak ada kenaikan gaji, gimana?setengah mati lah….
Fenomena ini terjadi disaat aku mulai memutuskan untuk mengakhiri kebersamaanku bersama media yang aku cintai ini. Alasannya :
1. Media ini bayi mahal, gak semua berita bisa ketelen, dan yang terpenting, isi media ini bagus atau tidaknya ditentukan oleh “otoritas tertinggi” dalam sebuah sistem redaksional. No more questions.
2. Istriku tercinta lagi hamil, dan ternyata kehamilannya sedikit bermasalah. jadi, dia mau tidak mau harus diantar-jemput. sementara, jam kerjanya saja pulangnya sudah diatas jam 6, padahal ‘angkot’ yang tersedia adalah jam 5 (Kakaknya, Bapaknya) dan Jam 9 (Gue). So, i need to find another job which could back home at 6.
And finally, i found it…So, selamat tinggal ketegangan setiap jam 2 siang tatkala belum ada satu berita pun yang bisa di-listing,
selamat tinggal ketegangan setiap jam 8 pagi tatkala SMS cinta dari ‘IBU KITA KARTINI’ memenuhi halaman inbox HP para awak reporter.
Selamat tinggal semua bentuk kejutan dan pengalaman baru yang hadir setiap harinya.
Dan, Perjalanan itu pun kembali dimulai…..
Berita Yang Ditunggu..
Sudah 2 jam aku menunggu, tapi ruangan besar ini seakan tidur, hingga sepi menemaniku…
Berat banget ya…nungguin anak- anak pada liputan di luar , sementara gue disini kudu standby buat konfirmasi berita yang didapat anak-anak…
Belum lagi mis-informasi soal si Artalyta..Sebenernya yang kawin tuh sapa seh?
di detik, Artalyta punya 1 anak yang udah kawin samaEiffel Tedja, putra Alex Tedja, Bos Pakuwon Group.
Di Kaskus, Alex Tedja mau ngawinin anak keduanya sama anaknya Hartati Murdaya.
Lha, kok anak-anak pada bilang yang mo ngawinin anaknya tuh si Artalyta? Ada lagi malah Artalyta tuh besannya Hartati, bukan Alex Tedja? gimana neh?
Ternyata gue bener, Acara kawinan itu bukan acaranya Artalyta, tapi acara besannya, keluarga Tedja.
Lalu, apa pentingnya gue nulis ini? gini, Artalyta itu kan wanita yang tertangkap oleh KPK untuk kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan yang jumlahnya 600 ribu US Dollar. Nah, wanita ini dari kemarin keluar dari penjara, katanya sih ada acara kawinan anaknya.
usut punya usut, kabarnya yang jadi besannya adalah Hartati Murdaya, Wakil Ketua MPR. yang dateng juga katanya SBY, dan juga Antasari Azhar, ketua KPK.
ini baru berita ! kalo ternyata yang punya gawe adalah Artalyta, berarti kan Antasari mendatangi acara orang yang ditahannya…! lucu kan?
So, setelah anak-anak tau kalo Artalyta bukan “Women On Show”, mereka sedikit goyah..alias menyadari kekeliruannya..nah, sekarang masalahnya, Redaktur gue nyuruh kite semue..(semua,-red) untuk tetep Follow-up tuh acara…
Hiks..hiks…mana ntar malem mo jemput bini pula…kalo acaranya selese jam 9 n anak-anak udah pulang, kalo enggak?
Repot juga deh…
Hari yang Buruk Untuk Intelektualitas
Ini adalah posting pertama. Biasanya posting pertama itu dirayakan dengan makan-makan, syukuran, baca doa, terus pulang…
Kalau yang ini lain…posting pertama ini hanya berwujud jeritan hati untuk sebuah perjuangan meraih kebebasan intelektual dan imajinasi berekspresi..(ciee…berat banget…)
Intinya, ini adalah blog pertama yang aku buat semenjak aku meletakkan name tag bertuliskan namaku dan diatasnya ada tulisan gede : PERS.
Jadi,….Bismillahirrohmaanirrohiim..
The article has
one response